
Deria kita untuk menghidu tentunya hidung. Melalui rongga hidung juga, kita mampu untuk bernafas.Dengan bernafas,kita mampu untuk menikmati kehidupan yang dianugerahkan oleh Ilahi untuk terus sujud kepada-Nya. Lantaran, peri penting hidung dalam hidup kita, maka tidak mustahil orang tua-tua dahulu menggunakan perkataan tersebut dalam peribahasa. Bermacam-macam perkataan hidung digunakan. Antaranya:
- Hidung belang-gemar menipu cinta perempuan
- Hidung dicium,pipi digigit-cinta palsu
- Hidung laksana kuntum seroja- hidung perempuan yang cantik
- Hidung putih- sangat gemar kepada perempuan
- Hidung seperti dasun tunggal- hidung yang mancung
- Hidung sudah rampung diatur- sudahlah bodoh,tidak sedar pula diri diperbodoh
- Hidung tak mancung,pipi tersorong-sorong-orang tidak sudi,kita yang hendak
- Hidung tinggi-Sombong
No comments:
Post a Comment